Kurikulum

DISTRIBUSI MATA KULIAH TIAP SEMESTER

PROGRAM STUDI MAGISTER (S2) BIOLOGI

SEMESTER GASAL

  (Mata Kuliah Wajib Program Studi)

Kode

Nama Mata Kuliah

SKS

PJMK

BIU 001

Metodologi Penelitian

2

Dr. Y. Sri Wulan Manuhara

BIL 001

Ilmu Lingkungan

2

Prof.Dr. Agoes Soegianto, DEA

BIP 001

Biologi Perkembangan

2

Prof.Drs. Win Darmanto, Ph.D

BIU 004

Biostatistik

2

Dr. Hari Basuki Notobroto

BIU 005

Seminar Proposal Tesis

2

Ka Prodi

BIU 006

Tesis

6

Ka Prodi

 

Mata Kuliah Pilihan Bidang Minat

6-8

 

 

Total SKS

12-14

 

Mata Kuliah Pilihan Bidang Minat Biologi Lingkungan

Kode

Nama Mata Kuliah

SKS

PJMK

BIL 003

Ekologi Terapan

2

Dr. Bambang Irawan

BIL 006

Biologi Populasi

2

Dr. Bambang Irawan

BIL 007

Ekologi Pesisir dan Laut

2

Prof. Dr. Agoes Soegianto, DEA

BIL 008

Pengelolaan Lingkungan

2

Dr. Sucipto Hariyanto, DEA

 

Total SKS

8

 

Mata Kuliah Pilihan Bidang Minat Mikrobiologi

Kode

Nama Mata Kuliah

SKS

PJMK

BIL 009

Teknik Analisis Mikroba

2/1

Dr. Ni’matuzahroh

BIL 013

Mikrobiologi Pangan

2

Dr. Ni’matuzahroh

BIL 014

Biokonversi

2

Dr. Tini Surtiningaih, DEA

 

Total SKS

7

 

Mata Kuliah Bidang Minat Biologi Perkembangan

Kode

Nama Mata Kuliah

SKS

PJMK

BIP 002

Teratologi Eksperimental

2

Prof. Drs. Win Darmanto, Ph.D

BIP 003

Teknik Immunohistokimia

2

Prof.Drs. Win Darmanto, Ph.D

BIP 006

Kultur Sel dan Jaringan Reproduksi

2

Dr. Alfiah Hayati

 

Total SKS

13

 

Mata Kuliah Bidang Minat Kultur Jaringan Tumbuhan

Kode

Nama Mata Kuliah

SKS

PJMK

BIP 008

Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan

2/1

Dr. Y. Sri Wulan Manuhara

BIP 009

Morfogenesis Tumbuhan

2

Dr. Y. Sri Wulan Manuhara

BIP 010

Fisiologi Zat Tumbuh

2

Drs. Hery Purnobasuki, Ph.D

 

Total SKS

13

 

SEMESTER GENAP

  (Mata Kuliah Wajib Program Studi)

Kode

Nama Mata Kuliah

SKS

PJMK

BIU 002

Biologi Molekuler

2

Dr. Y. Sri Wulan Manuhara

BIU 003

Penulisan Karya Ilmiah

2

Dr. Bambang Irawan

BIU 004

Kolokium

2

KaProdi

BIU 005

Seminar Proposal Tesis

2

Ka Prodi

BIU 006

Tesis

2

Ka Prodi

 

Mata Kuliah Pilihan Bidang Minat

6-8

 

 

Total SKS

12-14

 

Mata Kuliah Pilihan Bidang Minat Biologi Lingkungan

Kode

Nama Mata Kuliah

SKS

PJMK

BIL 002

Ekotoksikologi

2

Prof.Dr. Agoes Soegianto, DEA

BIL 004

Teknik Sampling Lingkungan

2

Dr. Bambang Irawan

BIL 004P

Praktikum Tek. Samp. Lingk.

1

Dr. Bambang Irawan

BIL 005

Ekologi Eksperimental

2

Dr. Sucipto Haritanto

 

Total SKS

7

 

Mata Kuliah Pilihan Bidang Minat Mikrobiologi

Kode

Nama Mata Kuliah

SKS

PJMK

BIL 010

Ekologi Mikroba

2

Dr. Ni’matuzahroh

BIL 011

Bioremediasi

2

Dr. Ni’matuzagroh

BIL 012

Mikrobiologi Industri

2

Dr. Tini Surtiningsih

 

Total SKS

6

 

Mata Kuliah Bidang Minat Biologi Perkembangan

Kode

Nama Mata Kuliah

SKS

PJMK

BIP 004

Embriologi Eksperimental

2

Prof. Drs. Win Darmanto, Ph.D

BIP 004P

Praktikum Embriologi Eksperimental

1

Prof. Drs. Win Darmanto, Ph.D

BIP 005

Imunologi Reproduksi

2

Dr. Alfiah Hayati/

Dr. Dwi Winarni

BIP 007

Neurologi

2

Prof. Drs. Win Darmanto, Ph.D /

Dr. Dwi Winarni

 

Total SKS

7

 

Mata Kuliah Bidang Minat Kultur Jaringan Tumbuhan

Kode

Nama Mata Kuliah

SKS

PJMK

BIP 011

Fisiologi Zat Hara

2

Drs. Hery Purnobasuki, Ph.D

BIP 012

Biokimia Tanaman

2

Dr. Y. Sri Wulan Manuhara

BIP 013

Bioteknologi Tanaman

2

Dr. Y. Sri Wulan Manuhara

 

Total SKS

6

 

 

 


SILABUS MATA KULIAH

PROGRAM STUDI S2 (MAGISTER) BIOLOGI

METODOLOGI PENELITIAN

Kode : BIU 001

SKS : 2

Deskripsi

Pendahuluan, Hubungan filsafat ilmu, logika dan penelitian, metode ilmiah, metode penelitian, hipotesis, variabel dan metode pngukurannya, Populasi dan pengambilan sampel, Analisis data, penulisan laporan penelitian

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan mampu merancang penelitian dan melakukan berdasarkan metode ilmiah

Kompetensi

Mampu menjelaskan prinsip-prinsip metode ilmiah

Mampu menganalisis penelitian berdasarkan prinsip metode ilmiah

Mampu menerapkan metode ilmiah dalam menyusun penelitian

Pustaka

Nazir, M., 1985. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta

Steel, R.G.D., Torrie, J.H. 1981. Principles and Procedures of Statistics. Mc Graw Hill International Book Co., Tokyo.

BIOLOGI MOLEKULER

Kode : BIU 002

SKS : 2

Deskripsi

Dasar Molekuler Penurunan Sifat yang meliputi DNA sebagai materi genetik, Struktur DNA, Organisasi Genom, Replikasi dan Perbaikan DNA, Hubungan antara Gen dan Protein, Sintesis dan pemrosesan RNA (transkripsi), Sintesis protein (translasi), Perbedaan transkripsi dan translasi pada eukariota dan prokariota, Ekspresi Gen pada eukariota, Kontrol Ekspresi Gen, Teknologi DNA.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan mampu menganalisis permasalahan di bidang biologi secara molekuler

Kompetensi

Mampu menjelaskan prinsip-prinsip biologi molekuler

Mampu menganalisis fenomena alam dengan pendekatan molekuler

Mampu menerapkan prinsip biologi molekuler dalam penelitian

Pustaka

1. Bruce, Albert, Dennis Bray, Julian Lewis, Martin Raff, Keith Robert, and James D.Watson. 2008. Molecular Biology of The Cell. 5th ed. New York: Garland Science, Taylor and Francis Group

2. Triwibowo Yuwono, 2005. Biologi Molekuler. Penerbit Erlangga, Jakarta

PENULISAN KARYA ILMIAH

Kode : BIU 003

SKS : 2

Deskripsi

Organisasi makalah ilmiah, gaya selingkung, teknik pengeditan. Langkah-langkah untuk memasukkan akalah ke suatu jurnal: pemilihan topik ilmiah, pemilihan jurnal. Praktek menyusun karya ilmiah dan pengeditan.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami gaya selingkung jurnal dan cara menyiapkan suatu makalah ilmiah

Kompetensi

Mampu menyusun makalah ilmiah dengan baik dan benar

Pustaka

Berkala Penelitian Hayati, PBI Cabang Jatim

Journal of Crustacean Biology

Jurnal Ilmiah lainnya

KOLOKIUM

Kode : BIU 004

SKS : 2

Deskripsi

Telaah jurnal ilmiah sesuai bidang minat masing-masing (Biologi Lingkungan, Mikrobiologi, Biologi Perkembangan dan Kultur Jaringan Tumbuhan), menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia, menganalisis isi beberapa jurnal secara komprehensif, mengomunikasikan materi jurnal secara lisan, menggunakan jurnal sebagai landasan empiris dalam melakukan penelitian

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menggunakan jurnal sebagai landasan empiris dalam melakukan penelitian

Kompetensi

Mampu mencari jurnal ilmiah sesuai bidang minat melalui internet

Mampu menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia

Mampu mengomunikasikan materi jurnal secara lisan

Pustaka

Semua jurnal bidang Biologi Lingkungan, Mikrobiologi, Biologi Perkembangan, dan Kultur Jaringan Tumbuhan

SEMINAR PROPOSAL TESIS

Kode : BIU 005

SKS : 2

Deskripsi

Menyusun proposal penelitian yang akan digunakan sebagai tesis di bawah bimbingan 2 orang dosen pembimbing

Tujuan

Setelah melaksanakan kegiatan ini mahasiswa akan dapat menulis dan mengomunikasikan secara lisan suatu proposal penelitian

Kompetensi

Mampu menulis proposal penelitian

Mampu mengomunikasikan proposal penelitian secara lisan

TESIS

Kode : BIU 006

SKS : 6

Deskripsi

Melakukan penelitian laboratorium dan/atau lapangan sesuai bidang minat dan menyusun laporan tertulis dalam bentuk tesis di bawah bimbingan 2 orang dosen pembimbing. Mempublikasikan hasil penelitiannya baik dalam bentuk jurnal ilmiah atau prosiding seminar nasional atau internasional.

Tujuan

Setelah melakukan kegiatan ini mahasiswa akan dapat mengomunikasikan hasil penelitian baik secara lisan maupun tulisan

Kompetensi

Mampu melakukan penelitian sesuai kidah metode ilmiah

Mampu mengomunikasikan hasil penelitian secara lisan dan tulisan

BIOSTATISTIKA

Kode : BIU 007

SKS : 2

Deskripsi

Membahas tentang pengertian, ruang lingkup, peranan Biostatistika di Bidang Biologi, Statistika Deskriptif, Konsep statistika inferensial, Estimasi, Teknik Pemilihan uji Statistik, teknik analisis statistik parametrik dan non parametrik, serta metode analisis multivariat.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami konsep dasar statistika dan menentukan metode analisis yang sesuai untuk data tertentu, baik analisis deskriptif maupun inferensial.

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan prinsip dasar analisis statistik

2. Mampu menentukan teknik analisis yang sesuai dengan data

3. Mampu menginterpretasikan hasil analisis

Pustaka

1. Rosner B, 1990. Fundamental of Biostatistics. 3rd ed. PWS Kent Publishing Company

2. Sharma S, 1996. Applied Multivariate Techniques. University of South California.

3. Siegel S, Castellan NJ, 1988. Nonparametric Statistics for the Behavioral Sciences. 2nd ed. McGraw-Hill, Inc.

4. Steel RGD, Torrie JH, 1980. Principles and Procedures of Statistics. A Biometrical Approach. 2nd ed. McGraw-Hill Book Company

ILMU LINGKUNGAN

Kode : BIL 001

SKS : 2

Deskripsi

Pendahuluan, pertumbuhan penduduk, sumber daya alam, pencemaran, konsep ekologi, populasi penduduk, sumber daya alam dapat diperbarui, sumber daya alam tidak dapat diperbarui, pencemaran air, pencemaran udara, perubahan iklim dan menipisnya lapisan ozon, limbah padat dan limbah berbahaya, menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan pentingnya ilmu lingkungan dalam mewujudkan masyarakat berkelanjutan serta mampu menganalisis permasalahan lingkungan yang terijadi di masyarakat.

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan pentingnya ilmu lingkungan dalam mewujudkan masyarakat berkelanjutan

2. Mampu menganalisis permasalahan lingkungan yang terjadi di masyarakat

Pustaka

1. Holdgate,M.W. 1980. A Prespective of Environmental Pollution. Cambridge Univerity Press, Cambridge.

2. Lohani, B.N., North, A.M. 1984. Environmental Quality Management. South Asian Publishers, New Delhi.

3. Miller, Jr., G.T. 2002. Living in the Environment. Principles, Connections and Solutions. Wadsworth Group. Brooks/Cole. Thomson learning, Australia.

4. Soegianto, A. 2005. Ilmu Lingkungan, Sarana Menuju Masyarakat Berkelanjutan. Airlangga University Press. Surabaya.

EKOTOKSIKOLOGI

Kode : BIL 002

SKS : 2

Deskripsi

Dasar-dasar dan perkembangan ekotoksikologi, jenis-jenis zat xenobion, penyerapan, transportasi dan metabolismenya di dalam tubuh organisme dan pengaruhnya pada dinamika populasi (ukuran populasi, struktur umur, genetika populasi) dan struktur komunitas. Prediksi dampak ekologis bahan-bahan pencemar dan pemantauannya.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan prinsip-prinsip ekotoksikologi, menjelaskan dan mengembangkan cara pengujian toksisitas, dan mengaplikasikan dan mengembangkan peranan ekotoksikologi dalam pengelolaan lingkungan.

Kompetensi

Mampu menjelaskan prinsip-prinsip ekotoksikologi

Mampu menjelaskan pengaruh polutan, bahan kimia, bahan xenobiotik terhadap biota

Mampu menjelaskan dan mengembangkan peranan ekotoksikologi dalam pengelolaan lingkungan

Pustaka

Connell, D.W., Miller, G.J. 1995. Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran, Terjemahan UI Press

Forbes, V.E., Forbes, T.L. 1994. Ecotoxicology in Theory and Practice, Chapman and Hall.

Moriarty, F. 1983. Ecotoxicology, the Study of Pollutant in Ecosystem. Academic Press, Inc. London

Ramade, F. 1979. Ecotoxicology, 2nd ed., Mason, Paris

EKOLOGI TERAPAN

Kode : BIL 003

SKS : 2

Deskripsi

Mengingat kembali parameter populasi, analisis pertumbuhan dan interaksi populasi, komunitas, ekosistem, rantai makanan dan aliran energi. Pemanfaatan hasil analisis pertumbuhan populasi dalam menyusunan rencana pelestarian sumberdaya hayati secara parsial. Pemanfaatan hasil analisis pertumbuhan dan interaksi populasi, rantai makanan, jaring makanan, dan piramida ekologi dalam menyusunan rencana pelestarian sumberdaya alam secara terintegrasi. Penerapan konsep piramida ekologi dan aliran energi dalam penyusunan tata ruang.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat mengingat kembali parameter populasi, komunitas, ekosistem dan menjelaskan pemanfaatan hasil analisis populasi dalam menyusun rencana pelestarian sumberdaya hayati dan tata ruang.

Kompetensi

Mampu memanfaatkan parameter ekologi dalam menyusun rencana pelestarian sumber daya alam secara terintegrasi

Mampu menerapkan konsep piramida ekologi dan aliran energi dalam penyusunan tata ruang

Pustaka

1. Silby dan Crow, Physiological Ecology

2. Pianka, E.R. 2004. Evolutionary Ecology

TEKNIK SAMPLING LINGKUNGAN

Kode : BIL 004

SKS : 2

Deskripsi

Mengingat kembali tentang pengertian sampel, random, dan nonrandom. Penentuan tujuan pengambilan sampel. Menentukan alat, lokasi, waktu, dan metoda pengambilan sampel. Faktor-faktor non ekologi: biaya dan keselamatan kerja. Penyusunan data ekologi.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan metode sampling faktor biotik dan non biotik untuk studi analisis lingkungan

Kompetensi

Mampu melakukan sampling faktor lingkungan dengan benar dan tepat

Pustaka

Brower, J.E. Zar, J.H., dan vonEnde, C.N. 1997. Field and Laboratory Methods for General Ecology. WBC McGrawHill, Boston.

PRAKTIKUM TEKNIK SAMPLING LINGKUNGAN

Kode : BIL 004P

SKS : 1

Deskripsi

Praktek penentuan titik sampling, penggunaan alat sampling di air dan darat atau tanah.

Tujuan

Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa akan dapat menggunakan alat sampling perairan dan tanah

Kompetensi

Mampu menggunakan peralatan sampling terutama untuk perairan dan tanah dengan benar

Pustaka

1. Baker, J.M., dan Wolff, W.J. 1987. Biological Survey of Estuaries and Coasts. Cambridge University Press.

2. Elliot, J.M. 1977. Some method for the statistical analysis of samples of benthis Invertebrates. Edisi ke dua. Freshwater Biological Association Scientific Publication No. 25

3. Hariyanto, S., dan Irawan, B., dan Soedarti, T. 2008. Teori dan Praktek Ekologi. Airlangga University Press.

EKOLOGI EKSPERIMENTAL

Kode : BIL 005

SKS : 2

Deskripsi

Mengingat kembali faktor-faktor ekologi baik faktor biotik maupun non biotik, jenis-jenis variabel. Memahami sifat-sifat faktor biotik dan nonbiotik. Memahami cara memilih faktor yang harus diperhatikan keberadaannya, faktor yang harus ada, dan faktor yang dapat diabaikan. Membuat rencana pemodelan lingkungan nonbiotik secara fisik. Menentukan faktor biotik yang harus ada dalam pemodelan.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat merencanakan, memilih metode, mengambil data, melakukan percobaan-percobaan ekologi pada skala yang luas dan interpretasi eksperimen ekologi, baik pada skala laboratorium maupun lapangan dan berguna bagi kesejahteraan rakyat, lingkungan dan makhluk hidup yang terdapat di bentang alam bumi.

Kompetensi

Mampu mengidentifikasi indikator-indikator dalam percobaan ekologi baik pada skala laboratories maupun lapangan

Mampu menjelaskan berbagai prinsip ekologi dan fungsinya dalam hubungan dengan keanekaan, kelimpahan dan pola sebaran organisme

Mampu menggunakan dan memanfaatkan prinsip-prinsip ekologi untuk pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dan berkesinambungan, serta dapat mengantisipasi berbagai isu

Mampu menerapkan, mengevaluasi dan mengembangkan kaidah-kaidah metode ekologi untuk kesejahtaeraan manusia

Mampu memilih metode analisis yang sesuai di bidang eksperimen ekologi

Mampu menginterpretasikan data hasil eksperimen ekologi

Mampu mengembangkan minat dalam penerapan ekologi

Pustaka

Brower, J.E. Zar, J.H., dan von Ende, C.N. 1997. Field and Laboratory Methods for General Ecology. WBC McGrawHill, Boston.

2. Krebs, C.J. Experimental Ecology

BIOLOGI POPULASI

Kode : BIL 006

SKS : 2

Deskripsi

Pengertian populasi dalam ekologi; Parameter populasi, pertumbuhan populasi. Interaksi populasi. Metode pengukuran populasi, struktur populasi, matriks populasi. Pemantauan pertumbuhan populasi. Pengertian populasi dalam genetika. Frekuensi gen dan cara menghitungnya. Hukum Hardy-Weinberg, Keanekaragaman genetik, Deferensiasi populasi.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat mendeskripsikan populasi berdasar parameter populasi dan menerapkan metode menganalisis populasi

Kompetensi

Mampu menganalisis perbedaan dan keanekaragaman populasi

Pustaka

1. Caswell, H. 1989. Matrix Population Models; Construction, Analysys and Interpretation. Sinauer Associates, Inc. Publishers Sunderland.

2. Ginzburg LR dan Golenberg, E.M. 1985. Lectures in theoretical Population Biology. Prentice Hall Inc. Englewood Cliffs.

3. Nei, M. 1975. Molecular Population Genetics and Evolution North-Holland Pub. Company. Amsterdam.

EKOLOGI PESISIR DAN LAUT

Kode : BIL 007

SKS : 2

Deskripsi

Sifat fisika dan kimia laut, plankton dan produktivitas bahari, nekton bahari, biologi laut dalam, ekologi intertidal, ekologi perairan sub-tidal, ekologi daerah interstitial, estuary dan wetland, ekologi terumbu karang, ekologi mangrove, dan dampak manusia terhadap laut.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan parameter fisik-kimia yang mempegaruhi distribusi dan komposisi biota laut, menganalisis hubungan parameter fisik-kimia dengan distribusi dan komposisi biota laut dan mengaplikasikan ekologi pesisir dan laut dalam pengelolaan pesisir dan laut.

Kompetensi

Mampu menjelaskan parameter fisik-kimia yang mempengaruhi distribusi dan komposisi biota laut

Mampu menganalisis hubungan parameter fisik-kimia dengan distribusi dan komposisi biota laut

Mampu mengaplikasikan ekologi pesisir dan laut dalam pengelolaan pesisir dan laut

Pustaka

Nybakken, J.W., 1993. Marine Ecology, an ecological approach. Harper Collins College Publisher, New York

Levinton, J. 1982. Marine Ecology. Prentice Hall. Inc. Englewood Cliffts, New Jersey.

PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Kode : BIL 008

SKS : 2

Deskripsi

Pendahuluan, ruang lingkup PLH, pengelolaan lingkungan hidup, AMDAL 1, AMDAL 2, AMDAL 3, hokum lingkungan, RKL/RPL, produksi bersih, Ekolabel: SOP-LH, pengelolaan sampah terpadu (sampah padat), pengelolaan limbah industri (cair), pengelolaan udara/pemantauan pencemaran udara, pengelolaan hutan terpadu, kunjungan lapangan dan presentasi.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami permasalahan lingkungan hidup, mengobservasi, dan memformulasikan cara dan teknik penanganan permasalahan lingkungan, dan menguasai metode pengelolaan lingkungan khususnya di Indonesia dan negara-negara yang telah maju.

Kompetensi

Mampu menjelaskan definisi, dasar dan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup

Mampu menjelaskan kebijakan pembangunan dan perundang-undangan lingkungan

Mampu menganalisis dampak lingkungan suatu proyek pembangunan dan upaya pegelolaannya

Mampu menjelaskan proses dan metode, penyusunan dokumen AMDAL, serta tata cara penilaian dokumen AMDAL

Mampu menjelaskan metoda dan teknik penilaian dokumen KA-ANDAL, ANDAL, RKL, dan RPL

Mampu mengidentifikasi masalah pengelolaan limbah, bahan berbahaya dan beracun dan pencemaran oleh limbah dan bahan berbahaya dan beracun (B-3), pengaturan dan kebijakan pengendaliannya

Pustaka

Anonim, 1999. Peraturan Sanksi Lingkungan Hidup di Indonesia, E tata cara penilaian ko Jaya

Chanlett, E.T. 1979. Environment Protection, Mc Graw Hill

Soemarwoto, O. 1994. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan, Penerbit Jambatan, Jakarta.

Soeratmo, F.G. 2000. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, UGM Press.

TEKNIK ANALISIS MIKROBA

Kode : BIL 009

SKS : 2

Deskripsi

Teknik sampling mikrobiologi, Teknik isolasi dan identifikasi mikroba, Teknik penghitungan mikroba, Teknik analisis mikroba pangan, mikroba air, mikroba udara, mikroba tanah dan tanaman (mikroba nitrogen), Teknik biomonitoring perairan, Teknik screening mikroba potensial, Teknik isolasi bakteri anaerob, Uji sensitivitas mikroba, Teknik isolasi dan identifikasi bakteri lignoselulolitik, Teknik analisis kualitas udara.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat mengenal berbagai metode dan teknik standar yang digunakan dalam analisis mikrobiologi untuk berbagai keperluan

Kompetensi

Mampu menjelaskan prinsip-prinsip dasar dalam teknik analisis mikroba

Mampu menerapkan berbagai teknik analisis mikroba untuk berbagai keperluan seperti identifikasi mikroba, deteksi mikroba patogen, penghitungan biomassa mikroba, uji potensi mikroba, evaluasi dan kontrol keamanan bahan dan produk industri serta monitoring kualitas lingkugan

Mampu melakukan penelitian ilmiah dengan mengaplikasikan berbagai teknik analisis mikroba

Pustaka

1. Eaton, AD., Clesceri, L.S., Rice, E.W., Greenberg, A.E. 2005. Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater. 21 st edition. Continental edition

2. Cappucino, J.G., Sherman, N., 1983. Microbiology : A Laboratory Manual. Addison –Wesley Publishing Company.

3. Grainger, J.M. Lynch, J.M., 1984. Microbiological Methods for Environmental Biotechnology. Academic Press, Inc.

4. Labeda, D.P., 1990. Isolation of Biotechnological Organism from Nature. Mc Graw-Hill Publishing Company.

PRAKTIKUM TEKNIK ANALISIS MIKROBA

Kode : BIL 009P

SKS : 1

Deskripsi

Teknik sampling mikrobiologi, Teknik isolasi dan identifikasi mikroba, Teknik penghitungan mikroba, Teknik analisis mikroba (pangan, perairan, udara, tanah dan tanaman), Teknik biomonitoring perairan secara mikrobiologi, Teknik skrining mikroba potensial, Teknik isolasi bakteri anaerob dan bakteri fastidieus, Uji sensitivitas mikroba, Teknik isolasi dan identifikasi bakteri lignoselulolitik, Teknik analisis kualitas udara dan Presentasi tugas praktikum.

Tujuan

Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa akan dapat mempraktekkan berbagai teknik analisis mikroba untuk berbagai keperluan

Kompetensi

Mampu melakukan berbagai analisis mikroba seperti identifikasi mikroba, deteksi mikroba patogen, penghitungan biomassa mikroba, uji potensi mikroba, evaluasi dan kontrol keamanan bahan dan produk industri serta monitoring kualitas lingkungan

Mampu melakukan penelitian ilmiah dengan mengaplikasikan berbagai teknik analisis mikroba

Mampu menganalisis hasil praktikum dan dapat bekerja sama dalam kelompok

Pustaka

Eaton, AD., Clesceri, L.S., Rice, E.W., Greenberg, A.E. 2005. Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater. 21 st edition. Continental edition

Cappucino, J.G., Sherman, N., 1983. Microbiology : A Laboratory Manual. Addison –Wesley Publishing Company.

Grainger, J.M. Lynch, J.M., 1984. Microbiological Methods for Environmental Biotechnology. Academic Press, Inc.

4. Labeda, D.P., 1990. Isolation of Biotechnological Organism from Nature. Mc Graw-Hill Publishing Company

EKOLOGI MIKROBA

Kode : BIL 010

SKS : 2

Deskripsi

Karakteristik lingkungan hidup mikroba (air, udara, tanah, tanaman, hewan dan manusia); Keanekaragaman mikroorganisme (bakteri, yeast dan kapang) di lingkungan; Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme; Peran mikroba di lingkungan; Berbagai type interaksi antara mikroorganisme dengan lingkungannya; Berbagai permasalahan di lingkungan yang membutuhkan kajian ekologi mikroba seperti: Pencemaran logam berat, hidrokarbon dan pestisida lingkungan dan mekanisme biodegradasinya oleh mikroba, Mikroba phytopatogenik dan pengendaliannya; Mikroba patogen manusia dan pengendaliannya; Biofertiliser, dan Biokontrol haati.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis berbagai peran mikroba terkait dengan interaksi dengan lingkungannya

Kompetensi

Mampu mengevaluasi keanekaragaman jenis mikroba dan peran mikroba di lingkungan

Mampu menjelaskan prinsip-prinsip dasar kehidupan mikroba dan menguraikan berbagai faktor yang mempengaruhi kehidupan mikroba

Mampu menganalisis berbagai permasalahan di lingkungan dari aspek ekologi mikroba

Mampu mengikuti perkembangan di bidang ekologi mikroba

Pustaka

Lynch, J.M., and Poole, N.J., 1979. Microbial Ecology : A Conceptual Approach. Blackwell Scientific Publications. New York.

Varnam, A.H., Evans, M.G., 2000. Environmental Microbiology. Manson. London.

BIOREMEDIASI

Kode : BIL 011

SKS : 2

Deskripsi

Pengantar bioremediasi, Jenis-jenis pencemaran di lingkungan air dan tanah akibat buangan limbah industri, Bioremediasi sebagai salah satu metode penanggulangan pencemaran, Berbagai metode dalam bioremediasi, Mikroorganisme potensial dalam bioremediasi, Faktor-faktor yang mempengaruhi proses bioremediasi, Bioremediasi di lingkungan air (limbah organik dan anorganik), Bioremediasi di lingkungan tanah (sampah organik), Bioremediasi limbah industri di tanah (logam berat dan pestisida), Bioremediasi dan pengawasan pemerintah.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis jenis-jenis pencemar di lingkungan air dan tanah dengan berbagai metoda bioremediasi pencemar lingkungan menggunakan mikroba

Kompetensi

Mampu menjelaskan jenis-jenis pencemar di lingkungan tanah dan air

Mampu mengidentifikasi jenis mikroba potensial sebagai agen bioremediasi pencemar

Mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pada bioremediasi pencemar lingkungan oleh mikroba

Mampu menganalisis mekanisme bioremediasi pencemar lingkungan oleh mikroba

Pustaka

Baker, K.H. Herson, D.S. 1994. Bioremediation, Mc Graw-Hill, Inc.

Guthrie, F.E., Perry J.J. 1980. Introduction to Environmental Toxicology. Elsevier, New York. Oxford.

MIKROBIOLOGI INDUSTRI

Kode : BIL 012

SKS : 2

Deskripsi

Prospek perkembangan teknologi fermentasi mikroba, Isolasi mikroba potensial, Teknologi penyimpanan mikroba, Skreening potensi mikroba, Berbagai jenis media pertumbuhan mikroba, Kinetika pertumbuhan mikroba, Pengukuran biomassa mikroba, Analisis produk mikroba, Mekanisme fermentasi mikroba, Berbagai jenis fermentasi mikroba, Bioteknologi dalam fermentasi mikroba.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami proses perkembangan teknologi fermentasi mikroba untuk bidang industri

Kompetensi

Mampu menjelaskan teknik dan mekanisme fermentasi mikroba

Mampu mendeskripsikan teknologi skreening mikroba potensial untuk industri

Mampu menjelaskan analisis produk mikroba

Mampu menganalisis peran fermentasi mikroba dalam bioteknologi

Pustaka

Fardiaz, S. 1988. Fisiologi Fermentasi. PAU IPB Bogor.

Prescott, S.C., Dunn, C.G. 1959. Industrial Microbiology. McGraw-Hill Book Company, Inc.

Said, E.G.1987. Bioindustri : Penerapan Teknologi Fermentasi. Melton Putra. Jakarta.

Suharto, I. 1995. Bioteknologi dalam Dunia Industri. Andi Offset Yogyakarta.

MIKROBIOLOGI PANGAN

Kode : BIL 013

SKS : 2

Deskripsi

Penyakit asal makanan; Toksin pada makanan; Mikroba pada daging dan produknya; Mikroba pada susu dan produknya; Mikroba pada telur dan unggas; Mikroba pada sereal; Mikroba pada buah dan sayur; Mikroba pada makanan kaleng; Mikroba pada produk fermentasi; Mikroba pada minuman; dan Teknik Pengawetan makanan.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami mikroba pangan, baik mikroba penyebab penyakit dan penghasil toksin maupun mikroba yang berguna untuk pangan dan teknik pengawetan makanan

Kompetensi

Mampu menjelaskan berbagai mikroba pangan penyebab penyakit dan penghasil toksin pada makanan segar seperti susu, daging, telur, unggas, sereal, buah dan sayur

Mampu menganalisis berbagai mikroba pada makanan dan minuman kaleng

Mampu menerapkan teknik pengawetan makanan

Pustaka

Supardi, I.S., Sukamto. 1999. Mikrobiologi dalam pengolahan dan keamanan pangan. Alumni Bandung.

2. Food microbiology

BIOKONVERSI

Kode : BIL 014

SKS : 2

Deskripsi

Sejarah biokonversi mikroba, Prospek biokonversi dalam menunjang pembangunan, Keanekaragaman mikroorganisme yang dapat melakukan proses biokonversi, Syarat–syarat berlangsungnya biokonversi, Berbagai jenis substrat potensial sebagai bahan biokonversi, Pemanfaatan limbah dalam biokonversi, Mekanisme biokonversi mikroba, Analisis produk biokonversi mikroba.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis prospek pemanfaatan mikroba dalam biokonversi berbagai jenis bahan/limbah organik di lingkungan menjadi produk yang bermanfaat

Kompetensi

Mampu mengevaluasi keanekaragaman sumber dan kelimpahan bahan baku di alam yang berpeluang untuk dkonversi

Mampu mengevaluasi keanekaragaman jenis mikroba potensial yang dapat melakukan proses biokonversi

Mampu menjelaskan prinsip-prinsip yang diperlukan dalam proses konversi bahan/limbah organik oleh mikroba

Mampu melakukan penelitian ilmiah dengan memanfaatkan potensi mikroba dalam biokonversi berbagai jenis limbah organik di lingkungan

Pustaka

Judoamidjoyo, R.M., Said, E.G., Dartoto, L., 1989. Biokonversi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi PAU Bioteknologi IPB.

BIOLOGI PERKEMBANGAN

Kode : BIP 001

SKS : 2

Deskripsi

Dasar-dasar perkembangan organisme, peran substansi sel (inti sel, sitoplasma), terhadap perkembangan, peran regulasi gen dalam perkembangan, dasar-dasar morfogenesis dan peran protein ekstraseluler dalam morfogenesis, proses fertilisasi sebagai awal perkembangan, cleavage sebagai awal munculnya individu multiseluler, mekanisme neurulasi, mekanisme induksi primer sebagai awal dasar organogenesis sumbu tubuh dan induksi sekunder dalam pembentukan beberapa organ, mekanisme pembentukan anggota, mata, sex determinasi pada mamalia, proses regenerasi jaringan tubuh dan metamorfosis pada hewan.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis dan merangkaikan beberapa peran substansi sel (sitoplasma dan inti sel beserta DNA) ekstrasel dan jaringan dalam proses perkembangan organisme dari embrio menjadi hewan dewasa termasuk proses regenerasi dan metamorfosis.

Kompetensi

Mampu menjelaskan peran mRNA dalam sitoplasma, komponen sitoplasma dan DNA dalam inti pada proses perkembangan embrio

Mampu menganalisis beberapa faktor/substansi sel dan jaringan yang mempengaruhi perkembangan normal embrio

Mampu menjelaskan proses induksi pembentukan organ primer embrio/neurulasi

Mampu menjelaskan proses pembentukan organ akibat induksi sekunder dan induksi timbal balik pada beberapa organ

Pustaka

Gilbert, S.F. 1997. Developmental Biology. Sinauer Associate Publisher.

Phillip Grant. 1978. Biology of Developing System.

Carlson, B.M. 1988. Pattern’s foundation of Embryology. Mc Graw Hill Book Co. New York.

Journal Development, Growth and Differentiation.

TERATOLOGI EKSPERIMENTAL

Kode : BIP 002

SKS : 2

Deskripsi

Faktor-faktor penyebab munculnya kelainan janin, dasar-dasar teratologi, mekanisme terjadinya kelainan, waktu organogenesis, mekanisme terjadinya kelainan eksternal (kelainan otak, medulla spinalis, badan, anggota badan, sistem urogenital) dan internal (kelainan rangka dan tulang belakang, sistem kardiovascular, sistem pencernaan), desain kerangka eksperimental teratologi meliputi: penanganan hewan coba, metode perlakuan, prosedur pengamatan eksperimen teratologi.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis mekanisme proses terjadinya cacat bawaan pada organisme, khususnya hewan Vertebrata akibat bahan teratogen

Kompetensi

Mampu menjelaskan beberapa efek bahan teratogen terhadap perkembangan embrio

Mampu mengidentifikasi bahan-bahan yang berpotensi menyebabkan cacat bawaan

Mampu menganalisis mekanisme proses munculnya kelainan cacat bawaan

Mampu mendesain model penelitian efek bahan teratogen terhadap cacat bawaan serta cara pengamatannya

Pustaka

Wilson, J.P. and Warkani, J. 1982. Teratology. The University of Chicago Press. Chicago.

Taylor, P. 1986. Practical Teratology. Academic Press London

Carlson, B.M. 1988. Pattern’s foundation of Embryology. Mc Graw Hill Book Co. New York.

TEKNIK IMMUNOHISTOKIMIA

Kode : BIP 003

SKS : 2

Deskripsi

Metode mikroteknik sampai dengan pewarnaan berdasarkan labeling ikatan antigen dalam jaringan dengan antibodi yang telah berlabel cromogen, Proses-proses dan teknik pembuatan preparat/sayatan histologis, baik secara metode parafin maupun dengan cara crysection method, dasar-dasar imunologi dalam identifikasi protein dalam jaringan dengan antibodi berlabel diaminobensidine yang dapat diamati dengan mikroskop cahaya maupun berlabel flourecence yang diamati dengan mikroskp flourescene, dasar-dasar insitu hibridisasi, teknik dasar pembuatan antibodi, cara pembacaan hasil imunohistokimia dan insitu hibridisasi baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis hasil publikasi pada jurnal yang memaparkan data immunohistokimia maupun insitu hibridisasi dan dapat mendesain penelitian dengan mengevaluasi ekspresi protein maupun mRNA dengan metode immunohistokimia maupun insitu hibridisasi

Kompetensi

Mampu menjelaskan tahapan proses immunohistokimia dan insitu hibridisasi dan peran masing-masing tahapan tersebut

Mampu menganalisis jurnal penelitian yang memaparkan hasil immunohistokimia maupun insitu hibridisasi

Mampu mendesain model penelitian yang ingin mengevaluasi hasil ekspresi protein maupun kadar mRNA secara kualitatif maupun semi kuantitatif dengan metode immunohistokimia maupun insitu hibridisasi

Pustaka

Goer, J. 1993. Immunocitochemical techniques laboratory manual, Academic Press Publisher, San Diego, California.

Naish S., Boenisch T., Farmilo A.J., Stead R.H. Handbook Immunochemical Staining Methods

EMBRIOLOGI EKSPERIMENTAL

Kode : BIP 004

SKS : 2

Deskripsi

Dasar-dasar embriologi dan biologi perkembangan, peranan substansi sel (inti sel, sitoplasma) terhadap perkembangan, peranan lapisan embrional dalam morfogenesis dan atau organogenesis, eksperimen yang mempelajari proses perkembangan abnormal mulai dari tahap cleavage, neurulasi dan perkembangan syaraf, eksperimen yang menunjukkan peran induksi primer oleh notocord dalam pembentukan sumbu tubuh dan induksi sekunder pada saat organogenesis.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis dan mendesain model penelitian tentang embrio dan proses pertumbuhannya mulai dari perkembangan embrio preimplantasi, organogenesis sampai pembentukan fetus

Kompetensi

Mampu menganalisis beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan embrio preimplantasi

Mampu menjelaskan proses pertumbuhan embrio preimplantasi menjadi implantasi dan awal organogenesis

Mampu mendesain model penelitian tentang beberapa faktor yang berpengaruh pada embrio preimplantasi dan cara pengamatannya

Mampu menjelaskan dan menganalisis jurnal penelitian yang berhubungan dengan peneliian embriologi, khususnya secara in vitro

Pustaka

Scott, F., Gilbert. 1997. Development Biology. Sinauer Associates Publisher.

Phillip Grant. 1978. Biology of Developing Systems.

Sharpe, P. and Mason, I. 1998. Molecular Embryology: Method and Protocols. Human Press otowa, New Jersey.

Journal Development, Growth and Differentiation.

PRAKTIKUM EMBRIOLOGI EKSPERIMENTAL

Kode : BIP 004P

SKS : 1

Deskripsi

Teknik superovulasi, pengamatan embrio preimplantasi, teknik koleksi oosit dan sel kumulus, koleksi ovum dari ovarium, pengamatan ovum, teknik pengambilan oosit kambing, pengamatan embrio kambing dan plasenta, teknik mengawinkan dan uji toksisitas, perlakuan hewan coba, pengamatan embrio mencit.

Pustaka

Scott, F., Gilbert. 1997. Development Biology. Sinauer Associates Publisher

Sharpe, P. and Mason, I. 1998. Molecular Embryology: Method and Protocols. Human Press otowa, New Jersey.

IMUNOLOGI REPRODUKSI

Kode : BIP 005

SKS : 2

Deskripsi

Proses-proses dan teknik dasar imunologi untuk diterapkan dalam bidang reproduksi hewan (meningkatkan fertilisasi spermatozoa maupun pembuatan antibodi sebagai antifertilitas) mampu mengembangkan kerangka konseptual dalam penelitian untuk penyusunan tesis, konsep kontrasepsi (imunokontrasepsi), konsep pembuatan antibodi poliklonal dan monoklonal.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis mekanisme penghambatan proses kekebalan sistem reproduksi dengan munculnya antisperm antibody (ASA) dan proses sintesisnya

Kompetensi

Mampu mengevaluasi prinsip imunologi pada sistem reproduksi jantan dan betina

Mampu mengembangkan kerangka konseptual bidang imunokontrasepsi dan pembuatan antibodi (poliklonal dan monoklonal)

Pustaka

Jeneway, C., Travers, P. Immunobiology: The imune system in health and disease. 4th ed. W.B. Sounders, Philadelphia

Glick, B.R. and J.J. Pasternak. 1994. Molecular Biotechnology:Principles and Application of Recombinant DNA. American Society for Microbiology, Washington D.C.

Watson, J.D., Gilman, M., Witkowski, J. Zoller, M. 1992. Recombinant DNA, 2nd edition. Scientific American Books, New York.

Jhonson, M. And Everitt, B. 1999. Essential Reproduction, 3th Ed. Blackwell Scientific Publication.

KULTUR SEL DAN JARINGAN REPRODUKSI

Kode : BIP 006

SKS : 2

Deskripsi

Membahas dan mengembangkan teknologi kultur sel dan jaringan reproduksi sebagai penunjang teknologi fertilisasi in vitro (FIV) dan perkembangannnya. Pembahasan meliputi jenis media kultur, isolasi sel/jaringan, sistem kultur in vitro dan pembekuan sel/jaringan reproduksi.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat mengevaluasi prinsip pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi melalui teknik kultur sel dan jaringan reproduksi

Kompetensi

Mampu menjelaskan prinsip dasar kultur sel dan jaringan reproduksi

Mampu mengembangkan teknologi fertilisasi in vitro

Mampu menganalisis manipulasi embrio pre-implantasi dan perkembangannya

Pustaka :

Frehney, RI., 1986. Animal Cell Culture, A Practical Approach. IRL Press, Oxford

Marcelo Cl., PP. De Waala, AG. Lopeza, SX. Chena, J. Bogerd, and RW. Schulz, 2009. Zebrafish primary testis tissue culture: An approach to study testis function ex vivo, General and Comparative Endocrinology, Volume 162, 134-138

Lisa SS., G. Stoica, R. Tilley and RC. Burghardt, 1991. Rat Ovarian Granulosa Cell Culture: A Model System for the Study of Cell-Cell Communication during Mutistep Transformation, J. Cancer Reseacrh, 51, 696-706

NEUROBIOLOGI PERKEMBANGAN

Kode : BIP 007

SKS : 2

Deskripsi

Membahas perkembangan sistem saraf pada tingkat molekular dan selular, meliputi: Struktur dan Fungsi neuron, biologi sel glia, komunikasi interneuron dan neurotransmitter, plastisitas neuron, mielinasi, kematian sel, perbaikan dan regenerasi neuron, induksi neural dan neurulasi, neurogenesis dan migrasi sel, pertumbuhan akson dan axonal guidance, pembentukan sinaps (synaptogenesis), faktor-faktor neurotropik dan retrograde signaling, dan developmental disorders.

Tujuan

Setelah mengikuti matakuliah ini, mahasiswa akan dapat menjelaskan bagaimana saraf tumbuh dan berkembang dari sel-sel yang belum terdiferensiasi, mentranspor material sel jarak jauh, berkomunikasi, dan mengendalikan aktivitas, serta terjadinya kondisi patologi karena kegagalan dalam perkembangan neural.

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan proses perkembangan sistem saraf

2. Mampu menjelaskan fisiologi sistem saraf

3. Mampu menjelaskan kaitan antara kegagalan dalam proses perkembangan saraf dengan kondisi patologi tertentu

Pustaka

Gilbert, Scott F. 2006. Developmental Biology. 6th. Ed. Sunderland: Sinauer Associates

Rao, Mahendra S., and M. Jacobson. 2005. Developmental Neurobiology. 4th ed. New York: Kluwer Academic/Plenum Publisher

Bruce, Albert, et al. 2008. Molecular Biology of The Cell. 5th ed. New York: Garland Science, Taylor and Francis Group

TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN

Kode : BIP 008

SKS : 2

Deskripsi

Kultur jaringan tanaman beserta latar belakang teorinya: kultur sel, kultur jaringan, kultur organ, proses proliferasi, diferensiasi dan regenerasi, medium kultur dan faktor pertumbuhan, perbanyakan klonal, teknik sanitasi tanaman, penyelamatan plasma nutfah, pengantar bioteknologi tanaman.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan konsep dasar kultur jaringan tumbuhan, berbagai aspek teknis untuk melaksanakan kultur jaringan dan berbagai manfaat kultur jaringan tumbuhan, serta dapat merancang laboratorium kultur jaringan untuk menunjang aplikasi kultur jaringan tumbuhan.

Kompetensi

Mampu menjelaskan prinsip-prinsip kultur jaringan tumbuhan

Mampu mengikuti perkembangan kultur jaringan tumbuhan dan teknologi terkait

Mampu mengembangkan minat dalam bidang kultur jaringan tumbuhan

Mampu menganalisis dan melaporkan hasil penelitian kultur jaringan tumbuhan

Mampu merancang laboratorium kultur jaringan tumbuhan

Pustaka

George, E.F. and Sherrington, P.D. 1984. Plant Propagation by Tissue Culture. Exegeticts Limited. England

Pierik, R.L.M. 1987. In Vitro Culture of Higher Plants. Martinus Nihoff Publishers. Boston.

PRAKTIKUM TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN

Kode : BIP 008P

SKS : 1

Deskripsi

Pengenalan Laboratorium; Teknik Aseptik; Medium Kultur jaringan tanaman (pembuatan stok mikronutrien, zat besi, vitamin, dan zat pengatur tumbuh); Pembuatan Medium Murashige and Skoog; Metode sterilisasi eksplan; Induksi kalus dari eksplan daun; Subkultur: overplanting (penjarangan), Pengamatan dan analisis data hasil; Medium untuk induksi morfogenesis; Morfogenesis dari eksplan daun; Morfogenesis dari eksplan nodus kotiledon.

Tujuan

Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa akan terampil dalam melakukan sterilisasi alat, media, eksplan, ruang; terampil membuat media , terampil menanam eksplan dan melakukan subkultur

Kompetensi

Mampu melakukan prosedur sterilisasi alat, ruang, dan eksplan

Mampu membuat salah satu contoh medium dasar kultur jaringan tumbuhan

Mampu melakukan subkultur (overplanting)

Mampu melakukan penanaman eksplan daun, nodus kotiledon untuk menginduksi terbentuknya kalus dan atau tunas

Mampu melakukan deskripsi hasil dan membuat laporan hasil pengamatan

Pustaka

1. Y. Sri Wulan Manuhara, 2007. Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan Tanaman, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya

MORFOGENESIS TUMBUHAN

Kode : BIP 009

SKS : 2

Deskripsi

Perkembangan struktur dasar, pertumbuhan iterative: struktur dan fungsi meristem, organogenesis pucuk, asal dan pengaturan heterogenitas, pengendalian bentuk dan arah pertumbuhan, pola diferensiasi tubuh tanaman, polarisasi jaringan, komunikasi, gerakan dan pengenalan sel dalam morfogenesis, cell lineages, system hormone dan sinyal tumbuhan, kompetensi dan determinasi jaringan, koordinasi perkembangan, informasi posisi dan integrasi pertumbuhan.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis proses perkembangan tumbuhan baik secara struktural maupun fungsional

Kompetensi

Mampu menjelaskan prinsip-prinsip dasar morfogenesis tumbuhan

Mampu menganalisis pola-pola pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

Pustaka

Sachs, T. 1991. Pattern formation in plant tissues. Cambridge University Press, New York.

Steeves, T.A. and Sussex, I.M. 1989. Patterns in plant development. Cambridge University Press, New York

Graham, C.F. and Wareing, P>F. (eds). 1984. The development biology of plants and animals. Blackwell Scientific Pub. Oxford.

FISIOLOGI ZAT TUMBUH

Kode : BIP 010

SKS : 2

Deskripsi

Pendahuluan, Biosintesis, Metabolisme, Transpor dari macam-macam fitohormon yaitu Auksin, Sitokinin, Giberelin, Asam absisat, dan Etilen.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan dan menganalisis biosintesis dan metabolisme bermacam-macam fitohormon

Kompetensi

Mampu menjelaskan biosintesis dan mekanisme kerja fitohormon

Mampu menganalisis metabolisme fitohormon

Pustaka

1. Krishnamoorthy H.N., 1981. Plant Growth Substances. Tata McGraw-Hill Publishing Company Limited. New Delhi.

2. Watimena, G.A. 1987. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. IPB, Bogor.

FISIOLOGI ZAT HARA

Kode : BIP 011

SKS : 2

Deskripsi

Unsur-unsur hara tanaman yang meliputi pendahuluan dan sejarah, siklus biogeokimia zat hara di alam, media nutrisi tanaman, komponen anorganik tanaman. Sistem transport yang meliputi transpor aktif dalam sel dan jaringan, pergerakan air dan nutrisi dari bawah ke atas, pergerakan nutrien dari atas ke organ-organ tumbuhan. Aspek energi dan metabolisme dari masing-masing zat hara. Pengaruh hereditas dan lingkungan dalam mempengaruhi nutrisi tanaman.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis kebutuhan zat hara pada tanaman da menerapkannya untuk mengatasi permasalahan di bidang pertanian

Kompetensi

Mampu menganalisis kebutuhan zat hara tanaman

Mampu mengidentifikasi gejala-gejala defisiensi zat hara pada tanaman

Mampu menerapkannya untuk mengatasi permasalahan di bidang pertanian

Pustaka

Epstein, M. 1972. Mineral Nutrition of Plants: Principles and Perspectives. John Wiley & Sons, Inc. Canada.

Paul J. Kramer. 1983. Plant and Soil Water Relationships: A Modern Synthesis. Tata McGraw-Hill Publishing Co. Ltd. New Delhi.

BIOKIMIA TUMBUHAN

Kode : BIP 012

SKS : 2

Deskripsi

Hubungan metabolisme di antara selsel penyusun daun, pemanfaatan energi dari matahari dalam proses fotosintesis, proses transpor elektron pada fotostesis, produksi ATP oleh fotosintesis, asimilasi CO2 dalam siklus Calvin, Fotosintesis dan konsumsi air, fotorespirasi, metabolisme karbohidrat, fungsi metabolit sekunder dalam tumbuhan, regulasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, genom sel tanaman, biosintesis tanaman

Tujuan

Setelah megikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan dan menganalisis proses-proses biokimia pada tanaman

Kompetensi

Mampu menjelaskan prinsip-prinsip biokimia pada tumbuhan

Mampu menganalisis berbagai mekanisme biokimia pada tumbuhan

Mampu menerapkannya untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan biokimia tumbuhan

Pustaka

Hans-Walter Heldt. 1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology. Oxford University Press.

P.M. Dey; J.B. Harborne. 1997. Plant Biochemistry. Academic Press Ltd

Heldt, H.W. 2004. Plant Biochemistry.OxfordUniversity Press.

BIOTEKNOLOGI TANAMAN

Kode : BIP 013

SKS : 2

Deskripsi

Pendahuluan yang meliputi Perkembangan dan peran bioteknologi dalam pemuliaan tanaman. Biologi Molekuler tanaman, Konstitusi genetik tanaman, Analisis genetik tanaman, Strategi pemuliaan tanaman secara bioteknologi, Vektor kloning gen tanaman, prospek masa depan pemuliaan tanaman dengan teknik rekayasa genetik, Perakitan tanaman transgenik.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis dan mengeksplorasi bidang-bidang biologi yang berkaitan dengan bioteknologi tanaman

Kompetensi

Mampu menjelaskan perkembangan dan peran bioteknologi dalam pemuliaan tanaman

Mampu menganalisis strategi pemuliaan tanaman secara bioteknologi

Mampu mengeksplorasi bidang-bidang biologi yang berkaitan dengan biotekologi tanaman

Pustaka

Howel, S.H. 1998. Molecular Genetics of Plant Development. Cambridge University Press. United Kingdom.

Hans-Walter Heldt. 1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology. Oxford University Press.

Kung, S. And Wu, R. 1993. Transgenic Pants, Vol. I. Academic Press Inc. New York.

Leave a Reply